Abad 4.0 ditandai dengan kecanggihan teknologi yang bisa mempermudah segala aktifitas masyarakat tidak terkecuali dalam bidang pendidikan. Pendidikan Indonesia bisa dikategorikan lambat dalam merespon segala perkembangan zaman, Pendidikan Indonesia selam ini masih nyaman dengan pembelajaran konvensional dan cara-cara tradisional.
Presiden RI Joko widodo dan Menteri pendidikan Nadiem Makarim berulangkali mengingatkan agar guru-guru selalu adaptif dengan perubahan yang ada, inovatif agar mampu menjawab kebutuhan para peserta didik yang berada pada generasi Z bahkan generasi Alpha saat ini sebagai generasi milenial.
Wabah Corona yang hadir pada akhir tahun 2019 seolah menjadi titik awal untuk banyak negara mulai berbenah termasuk dengan Indonesia. Selama ini banyak yang mengabaikan pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan, banyak lembaga pendidikan atau guru enggan untuk belajar dan melatih diri menggunakan teknologi dalam pembelajaran.
Kebijakan pemerintah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh pada masa darurat pandemi covid-19 mengharuskan para pendidik untuk mampu menyesuaikan diri dalam menggunakan teknologi. Mau tidak mau, siap atau tidak siap, seluruh guru harus mampu mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran, jika tidak mungkin pembelajaran pada masa pandemi akan berhenti total.
Selama PJJ banyak platform pembelajaran online yang bisa dimanfaatkan oleh guru dalam belajar, seperti googleclassroom, edmodo dll. Banyak cerita yang boleh ditemukan di masyarakat tentang pembelajaran pada masa pandemi covid -19 baik dari pihak pendidik, peserta didik bahkan dari orang tua.
Pembelajaran online menjadi budaya belajar yang baru bagi dunia pendidikan kita saat ini, sehingga butuh adaptasi yang tidak mudah. Wajar jika pembelajaran yang dilaksanakan selama pandemi masih kurang efektif dalam pelaksanaannya.
dari pengamatan penulis, ada beberapa faktor yang mengakibatkan pembelajaran kurang efektif, yaitu :
- Terbatasnya pemahaman TIK
- Keadaan ekonomi
- Insfrastruktur yang idak merata
Keterbatasan pemahaman TIK
Pengetahuan dan keterampilan TIK guru dan siswa akan sangat menentukan keberhasilan pembelajaran jarak jauh yang sedang dilaksanakan dalam sistem pendidikan Indonesia saat ini. Banyaknya guru yang memiliki kemampuan TIK yang tebatas membuat pembelajaran kurang maksimal. Guru sebagai ujung tombak pembelajaran sangat terbatas dalam merancang pembelajaran yang menarik sesuai kebutuhan peserta didik saat ini.
keterbatasan ini membuat banyak guru yang hanya memberikan penugasan kepada peserta didik, karena bingung dan tidak mampu dalam merancang pembelajaran online yang sesungguhanya banyak media pembelajaran sederhana yang bisa dimanfaatkan dalam pembelajaran seperti media sosial facebook yang sudah sangat familiar di masyarakat.
Selain itu, Peserta didik juga masih banyak yang kurang mampu menggunakan perangkat elektroniknya dalam melaksanakan pembelajaran. Dari beberapa informasi yang penulis temukan bahwa banyak peserta didik yang menggunakan perangkat andorid hanya untuk bermain game. Dengan demikian, banyak peserta didik yang merasa kesulitan untuk menyesuaiakan dalam sistem pembelajaran yang baru.
Keadaan Ekonomi
Wabah corona sangat berdampak terhadap keadaan ekonomi, banyak aktifitas yang menjadi teganggu bahkan berhenti total. Keadaan ekonomi yang sudah parah menjadi semakin parah dengan kondisi yang belum stabil hingga saat ini. Banyak masyarakat yang mengeluh dengan berbagai kebutuhan sehari-hari tidak terkecuali dengan kebutuhan anak untuk mengikut pembelajaran jarak jauh.
Situasi ekonomi yang tidak stabil, baik dari pihat peserta didik maupun para pendidik masih menjadi masalah dalam pembelajaran online. Banyak peserta didik yang tidak bisa mengikuti pembelajaran karena tidak memiliki perangkat elektronik seperti android atau laptop untuk melaksanakan pembelajaran online. Kebutuhan pulsa data yang besar juga banyak dikeluhkan oleh guru dan orang tua peserta didik.
Insfrastruktur Yang Belum Merata
Pembelejaran online menjadi solusi bagi sebagian besar lembaga pendidikan pada masa pandemi covid-19, namun bagi beberapa lembaga pendidikan menjadi sebuah masalah baru karena tidak memiliki akses internet yang memadai. Bahkan mash banyak wilayah di Indonesia yang tidak ada akses internet untuk mendukung pembelajaran online, sehingga pembelajaran dilaksanakan secara tradisional bahkan tidak ada aktivitas pembelajaran.
Ini menjadi PR bagi pemerintah Indonesia agar memperhatikan seluruh wilayah Indonesia yang berada jauh dari kota, sehingga masyarakat yang berada di daerah terpencil juga bisa menikmati pembelajaran yang seimbang dengan mereka yang berada di daerah perkotaan.
Komentar
Posting Komentar